Lautan Langit di Timur Indonesia

Lama berkutat dengan deadline, saya menjadikan senja Timur Indonesia sebagai destinasi yang dinanti. Saya bersama enam kawan, merencanakan sejenak lari dari hiruk pikuk ibu kota. Dengan itenerary yang tidak terikat, kami memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Flores. Dan di tengah dinginnya angin malam, perjalanan kami pun dimulai.

Kami menyewa kapal untuk digunakan Live On Boat (LOB) di Labuan Bajo. Dalam perjalanan laut ini, selama tiga hari dua malam kami disuguhkan pemandangan laut lepas dan pulau - pulau kecil dengan keunikkannya masing - masing. Seperti pulau Kanawa, dengan keindahan dalam lautnya, Scarf Lover bisa snorkeling bersama bintang laut dan biota laut lainnya. Sama seperti Kanawa, Pulau Manta terkenal dengan ikan manta. Di sini pengunjung bisa berenang dengan ikan manta di laut lepas. Setelah menikmati keindahan bawah laut, hidangan seafood dari awak kapal siap menenangkan perut yang sudah lelah snorkeling. Destinasi ketiga adalah Gili Laba. Pulau ini cocok untuk pecinta hiking. Dengan hiking satu jam, kita bisa melihat keindahan senja di Timur Indonesia. Gili Laba ini juga tempat bermalam untuk pengunjung LOB. Tak cukup berkeliling ke tiga pulau, paginya kami berkunjung ke pulau Komodo. Spesies hewan langka di pulau komodo ini memang sangat sedikit dibandingkan dengan Pulau Rinca. Di pulau ini sebaiknya Anda juga harus berhati – hati karena mayoritas komodo belum dijinakkan.

Destinasi terkahir adalah Pulau Padar dengan kecantikkan savananya. Untuk sampai ke Pulau ini juga melakukan hiking selama dua jam. Memang lebih tinggi dari Gili Lawa, namun ketika sampai atas, kepenantan seakan luruh dengan kecantikan yang disuguhkan. Semilir angin, gradasi laut dan pasir pantai menyihir untuk tetap di menikmati pulau Flores dari ketinggian.