Perjuangan Muslimah Negeri Seribu Danau

Terhampar di utara biru Eropa, Finlandia tercatat sebagai Negara damai dan nyaman untuk dihuni. Hampir 80 persen warga Finlandia memeluk Kristen, dan sisanya mayoritas tak beragama. Meski demikian, Islam punya ruang tersendiri. Negeri dengan sistem pendidikan terbaik dunia ini, sangat toleran dalam hal kebebasan beragama. Terdapat sekitar 50 ribu muslim di Finlandia dan mayoritas tinggal di kota bagian selatan. Helsinki salah satu diantaranya.

Gelombang imigran pada 1990, membuat jumlah muslim di Finlandia membengkak. Kehadiran para imigran muslim, baik pencari kerja maupun suaka yang membuat wajah Islam semakin dikenal di Finlandia. Hingga banyak warga asli yang akhirnya tersentuh damainya Islam. Meski Muslim tidak dibatasi ruang geraknya, namun kisah mereka tidak selalu indah. Salah satunya adalah Jannah Hakola-Mahmoudi. Ia mantap mengucap Syahadat enam tahun lalu, walau harus menentang arus. Ia sempat dijauhi oleh teman-teman di tempat kerja selama dua bulan. Ketika mengenakan hijab, tidak ada satupun yang mau mengajaknya bicara. Tidak hanya teman, kelurga pun menjauh darinya. Selama enam bulan, ibunya tidak mau mengangkat telepon apalagi bertemu dengan Jannah. Bahkan lingkungan sekitar pun seakan menolak pilihan hidupnya. Ia pernah mendapat perlakuan diskrimintaif di transportasi umum. Seorang laki-laki pernah meludahi dan ada pula yang memelintir tangannya tanpa sebab. Alhamdulillah, diantara rintangan yang menghadangnya, Jannah tetap berserah dan Istiqomah. Ia tidak surut, justru semakin teguh menjalani keyakinannya. Kebahagiaan kini telah menjemput Jannah. Menjadi muslimah, menikah, dan menjalani kehidupan di jalan Allah.

Meski ruang toleransi beragama terbuka lebar. Bukan berarti tidak ada permasalahan bagi muslim Finlandia, Dengan hanya satu persen, Islam masih menjadi minoritas. Rumah ibadah dan makanan halal menjadi masalah pokok yang harus dihadapi sehari-hari. Salah satu yang masih menghadapi hal serupa adalah Yasmina. 2,5 tahun silam Yasmina menjadi muslim. Ibu rumah tangga ini, tinggal di Kota Vantaa. Tidak ada satupun restoran maupun toko halal tersedia di sana. Ia harus pergi ke Helsinki yang berjarak 20 km, untuk memnuhi kebutuhan makanan halal. Jika restoran halal susah ditemu di Helsinki, toko daging halal lebih mudah dijumpai. Supermarket Turki adalah langganan Yasmina. Aneka keperluan sehari-hari yang dibutuhkan para muslim, bisa dijumpa di sini. Namun yang paling penting, beragam jenis daging yang dijual adalah halal. Semua daging yang tersedia di sini, didatangkan dari negara lain. Karena tidak ada satupun rumah pemotongan halal di Finlandia. Serupa dengan Jannah, jalan Yasmina tidak mulus menajdi muslim di Helsinki. Ia sering dipanggill ISIS ketika berjalan di area umum. Sampai sekarang ia juga sulit mendapat pekerjaan karena mengenakan hijab. Kakak laki-lakinya juga hingga detik ini tidak mau berbicara dan bertemu dengan Yasmina. Meski mahal harga yang harus dibayar, namun ia tidak berpaling Islam adalah pilihan hatinya, demi kebahagiaan yang hakiki. Berkenalan dengan para muslimah di negeri seribu danau memang luar biasa. Tantangan dan rintangan yang dihadapi, tidak memudarkan semangat mereka. Mencari Ridho Allah menjadi yang utama, tidak peduli aral melintang. Saksikan kisah inspiratif mualaf lainnya di program Jazirah Islam Trans 7. Tayang selama Ramadan pukul 04.45 WIB. (Instagram: @news_trans7 @jaziraislam7)