Hangatnya Muslimah Negeri Pizza

Musim dingin sudah sepenuhnya beranjak dari Italia. Secercah sinar mentari cukup menghangatkan hari yang terasa begitu sejuk dengan suhu 14 derajat celcius. Perjalanan kali ini saya awali dengan melangkah menuju Colosseo atau yang dikenal dunia dengan sebutan Colosseum.

Ben venuto in Italia! Selamat datang di Italia, Negeri yang menjadi rumah kekaisaran romawi ini begitu istimewa. Karena Islam menjadi agama terbesar kedua disini. Bahkan Nabi Muhammad S.A.W pun pernah bersabda bahwa Islam akan menguasai dua kota konstantinopel di Turki dan Roma di Italia. Muslim terus tumbuh di Italia, sejak abad kesembilan. Lewat sisilia, sebagai pintu masuk Islam dari Afrika Utara. Hampir dua juta jiwa muslim hidup di negeri Pizza ini. Namun Italia masih belum sepenuhnya mengakui keberadaan agama rahmatan lil alamin ini. Meskipun Islam banyak menoreh di lembar sejarahnya.

Berbeda dengan Inggris dan Jerman yang memiliki ratusan masjid berkubah dan bermenara. Dari seluruh Italia, hanya ada dua masjid besar yang dibangun dan berada di Kota Roma. Namun apa yang saya rasakan begitu menginjak roma, sungguhlah berbeda. Begitu banyak pendatang yang mengais rezeki di sini, dan mereka datang dari negeri muslim. Italia sudah menjadi Negara yang lebih terbuka terhadap gelombang multikultu, setelah krisis ekonomi yang melandanya sejak awal 2010-an. Rasa ingin tahu saya terhadap perkenmbangan Islam di Italia mengantarkan saya ke Cesena, kota Kecil di Utara Italia. Saya mendapat undangan via sosial media untuk hadir di acara laboratory di Henne, atau kelas Henna yang diadakan oleh komunitas muslimah disana. Jarak Roma dengan Cesena cukup jauh, 320 kilometer dengan waktu tempuh tiga jam menumpang kereta cepat ini. Sebelum akhirnya saya tiba di Garage Aquilone. Saya pun bertemu dengan Kaltum Kamal Idrissi, yang mengundang saya datang ke acara ini. Satu persatu peserta kelas Henna datang. Menariknya, kegiatan ini bukanlah khususu untuk Muslimah, namun siapapun yang tertarik ingin belajar seni lukis kulit. Untuk mengikuti kegiatan ini tiap peserta dikenakan biaya tiga Euro. Kaltum Kamal Idrissi menuturkan, alasan dibuatnya kelas henna adalah sebagai media dakwah untuk menyebarkan pesan Nabi Muhammad SAW. “Kami mau menyebarkan pesan yang sesungguhnya dari Islam, bukan pesan yang disampaikan oleh berbagai media bahwa Islam adalah teroris. Karena Islam adalah damai,” ujar dia. Kaltum dan sesama muslim lainnya tergabung dalam Giovanni Musulmani De Italia (GMI). Organisasi besar yang berpusat di kota Milan tersebut menaungi seluruh muslim muda. Sudah 15 tahun organisasi berdiri sejak 2001 dengan anggota yang selalu bertambah dan memiliki komunitas di setiap kota di Italia. “Kamu bisa lihat motto kami ‘Bersama dalam jalan Nabi Muhammad’. Kami ingin menyebarkan pesan Nabi Muhammad, memberi tahu siapa sesungguhnya beliau. Semua berdasarkan dari jalan hidupnya, dan bagaimana ia berperilaku sebagai Muslim yang baik. Karena ia sangat baik, penyayang, dia tidak punya rasa benci. Jadi kita harus mengikutinya, mengidolakannya. Kita harus berusaha jadi sepertinya karena beliau sempurna,” ungkap dia. Laboratori di Henne berhasil mengawali hari saya di Cesena dengan sangat baik dan sepertinya tak hanya saya yang bahagia, namun semua peserta yang datang. Lalu, Kaltum bersama sahabatnya Fatiha, mengajak saya keliling kota Cesena. Cesena, kota kecil berpenduduk 90 ribu jiwa ini saya bisa menemukan cukup banyak Muslim. Di Cesena, sangat sulit menemukan Masjid. Shalat berjamaah menghamba Illahi di dalam sebuah garasi yang disulap menjadi masjid kecil adalah pemandangan yang biasa. Cesena punya daya tarik memikat. Jauh dari hingar binger kota, dengan deretan bangunan tua yang menambah pesonanya. Subhanallah, Maha Suci Allah Sang Maha pembolak-balik hati. Beruntungnya saya dapat mengenal mereka berdua. Walaupun mereka bisa terbilang sangat muda, muslimah di Cesena ini bisa menjadi agen muslim yang baik di Utara Italia. Perjalanan saya di Italia kali ini benar-benar menambah kecintaan saya pada Islam dan Allah Subhanahuwata’ala. Saya sangat merasa bersyukur hidup di Negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, sehingga tidak merasa sendiri dengan berbagai fasilitas. Saksikan kisah selengkapnya di Jazirah Islam Trans7 (Instagram: @news_trans7 @jaziraislam7)