Berlomba Dengan “Si Hitam” Atraktif Maratua

Selain menikmati aquarium raksasa ciptaan Sang Maha Esa, di Maratua kita juga dapat melihat kawanan hewan laut berwarna abu-abu dan bersirip. Mereka sesekali melompat-lompat di udara, apalagi kalau bukan lumba-lumba. Mamalia laut yang satu ini merupakan salah satu dari beribu makhluk yang menghuni perairan Pulau Maratua. Lumba-lumba yang hidup disini ada berbagai macam spesies, tetapi yang paling banyak adalah spesies hidung botol, spinner, dan lumba-lumba bintik.

Biasanya lumba-lumba akan banyak terlihat pada sore hari di perairan antara Pulau Maratua dan Kakaban. Lumba-lumba muncul ke permukaan setiap 7 menit sekali untuk menghirup oksigen. Lumba-lumba tersebut tidaklah takut apabila ada kapal yang lewat, mereka malah seakan mengajak bermain dengan orang-orang yang berada diatas kapal. Sesekali meloncat-loncat ke udara seakan memamerkan kemampuannya. Terkadang bermain-main melewati bawah kapal dan berjalan mengiringi kapal yang lewat seperti mengajak berlomba adu kecepatan dengan kapal. Lumba-lumba merupakan makhluk yang sangat bersahabat dengan manusia, terkadang jika ada kapal atau perahu nelayan yang lewat mereka malah menghampirinya, sehingga tidak jarang ada lumba-lumba yang tersangkut jaring nelayan. Tetapi, nelayan di Maratua tidak ingin mengancam keberlangsungan hidup mereka dan segera melepaskannya. Keberadaan kawanan lumba-lumba di perairan Maratua merupakan daya tarik sendiri yang dimiliki oleh Maratua. Biasanya kita hanya dapat menyaksikan atraksi lumba-lumba yang ditampilkan oleh wahana satwa ataupun sirkus, kali ini kita dapat menyaksikan atraksinya langsung di habitat aslinya dimana mereka hidup dengan bebas tanpa ada yang mengatur pergerakan mereka.

Maratua merupakan harta karun tersembunyi yang dimiliki Indonesia yang tidak ternilai harganya. Sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan augerah Tuhan yang dititipkan oleh kita tersebut agar keindahan serta kekayaan alamnya dapat dinikmati oleh anak cucu kita di hari di kemudian hari. Permasalahan utama daerah tujuan wisata dimanapun di Indonesia adalah sampah, seperti pepatah mengatakan “Karena Nila Setitik, Maka Rusaklah Susu Sebelanga”, begitu juga sampah. Dengan adanya sampah, maka keindahan alam yang ada pun akan terganggu. Entah ini datangnya dari wisatawan ataupun penduduk Maratua, yang jelas keberadaan sampah ini sungguh sangat mengganggu baik untuk keberlangsungan kegiatan pariwisata itu sendiri maupun keberlangsungan kehidupan hayati yang ada di laut. Sudah barang tentu keberadaan sampah di laut dapat mencemari kualitas air sehingga akan mengancam kehidupan terumbu karang maupun satwa laut lain yang hidup di perairan itu. Hendaklah kita merubah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan yang dapat merugikan itu, dimulai dari diri kita terlebih dahulu untuk menyelamatkan keindahan alam Indonesia. Mari kita jaga harta karun milik Indonesia ini, sehingga dapat dinikmati oleh generasi penerus kita di masa mendatang. Jangan sampai anak cucu kita hanya dapat merasakan keindahan alam Indonesia hanya dari cerita yang mereka dengar tanpa mereka dapat melihat dan merasakannya. (Words and Images Muhammy Fatchi Rezza - @RezzaFatchi)