Ramadhan di Negeri Hindustani

Negeri Hindustani adalah sebutan lain dari Negara India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Negeri semilyar penduduk ini, memiliki jumlah umat muslim sekitar 178 juta. Menjalankan Ibadah ramadhan di negeri ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Perayaan bulan suci Ramadhan tak seakbar di negera kita. Di India Tadarus Al Quran dari dalam masjid tanpa mengumandangkan melalui speaker. Shalat Tarawih di Masjid sebatas kaum adam saja. Sedangkan kaum hawa, menjalankan shalat tarawih dirumah. Hal ini merupakan hal yang biasa di India, mengingat hampir keseluruhan masjid di India hanya dipergunakan shalat untuk kaum adam saja.

Di India bagian tengah Utara memiliki 4 musim seperti di Eropa. Pada waktu musim Dingin siang hari lebih pendek dibandingkan malam. Sedangkan Di musim panas, bisa menjalankan Ibadah puasa lebih lama. Hingga lebih dari 16 jam lamanya dengan suhu tertinggi 49 derajat celcius. Geliat kemeriahan bulan ramadhan lebih terasa di kawasan Muslim India. Beberapa kota di India umat Islam kebanyakan tinggal dalam satu kawasan. Biasanya mereka tinggal berdekatan dengan monumen atau tempat bersejarah di awal kejayaan Islam. Selama berabad-abad, India dikuasai oleh beberapa dinasti Islam hingga kekaisaran Mughal. Di Delhi, tempat saya tinggal saat ini. Mayoritas masyarakat muslim tinggal di area sekitar Jamaah Masjid dan sebagian tinggal di kawasan Okhla. Berada di kawasan kota tua Delhi, Jamaah masjid yang dikenal dengan masjid I-jahan-Numa ini adalah pusat segala aktifitas dan kegiatan umat muslim. Masjid yang didirikan oleh Raja Mughal Shah Jahan ini dibangun pada abad ke 16. Shah Jahan tak lain adalah pendiri mahakarya cinta sepanjang zaman, Taj Mahal. Ketika Ramadhan tiba, Masjid dinobatkan sebagai masjid terbesar dan terindah di negara India dihiasi dengan lampu lampu warna warni yang gemerlap. Setiap harinya menyiapkan Takjil hingga ribuan Jamaah.

Jajanan, makanan, manisan dan minuman khas ramadhan dapat dengan mudah kita temui dikawasan ini. Selain makanan, kawasan ini juga menjual berbagai buku Islam, Al Quran, parfum arab, pakaian, aksesoris dan lain sebagainya. Qurma dan buah buahan favourit paling laris diserbu pembeli. Kawasan ini bagaikan tak pernah tidur. Selalu ramai dikunjungi mulai malam dini hari menjelang Sahur hingga setelah shalat tarawih. Puncak Keramaiannya adalah dua minggu menjelang hari Raya Idul Fitri. Dimana kaum muslim di kota Delhi dan sekitarnya berbelanja untuk keperluan ramadhan dan Idul Fitri. Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang sering mengadakan acara buka puasa bersama di restoran. Kebanyakan masyarakat India lebih suka menikmati buka puasa bersama keluarga. Itulah salah satu sebab restoran nampak sepi mendekati Adzan Maghrib. Fruit Chat, Pakori dan Sharbat adalah hidangan spesial sebagai pembuka puasa. Fruit Chat adalah campuran dari beberapa buah seperti pisang, pepaya, apel dan jambu yang dipotong kecil-kecil dan ditabur dengan bumbu bubuk dengan rasa rempah. Pakori adalah sejenis gorengan ala India yang biasa kita temui di pinggir jalan. Sharbat, sejenis syrup minuman dingin yang dihidangkan dengan berbagai macam rasa dan campuran buah. Meskipun mayoritas penduduk beragama Hindu. Mendapatkan makanan halal, sangat mudah sekali. Mayoritas penduduk India non muslim adalah vegetarian. Restoran di India menawarkan menu masakan tanpa olahan daging yang tentu saja halal untuk disantap. Jadi, Scarf Lover tidak perlu khawatir. (Words and Images : Attini Zulfayah - @EmakMbolang)