Monochrome Moment

Menetap di area “abu-abu” kini sudah bukan zamannya, nyatanya pelaku fesyen—atau setidaknya penggiat media sosial yang sering mengunggah tampilan kesehariannya mulai memilah warna yang akan ditonjolkan. Dan pilihanpun jatuh pada hitam dan putih. Mendominasi sejak dua tahun lalu saat kemunculannya mulai digemari, ternyata tetap bertahan hingga kini.

Beberapa orang yang Anda “ikuti” di sosial media, Instagram, misalnya, mungkin sering kali mengunggah tampilannya dengan dominasi warna hitam dan putih, atau kombinasi keduanya yang dikenal sebagai monokrom.

Monochrome trend yang memiliki puncak minat di tahun 2014, rupanya masih bertahan sampai detik ini. Majalah dengan sampul hitam-putih, desainer dengan kampanye tren terbaru dengan tema hitam-putih, panggung adibusana dengan dominasi hitam-putih, dan sebagainya. Hingga bahkan, tidak hanya satu atau dua akun Instagram, tetapi banyak sekali akun yang mengkhususkan Instagram feed mereka bertema monokrom.

Terinspirasi dari tak lekangnya tren bergaris dengan warna hitam dan putih, pun dikenal sebagai warna dasar paling “aman” untuk padu padan, maka pilihan untuk selalu tampil dalam balutan monokrom tidak akan pernah terasa salah. Mungkin itu pula yang menjadi dasar dipilihnya monokrom sebagai tema besar akun Instagram yang dimiliki Dea (@thisisnotdea) dan Aghnia (@aghniapunjabi).

Diakui oleh Dea, sejak dua tahun lalu dirinya mulai mengunggah foto dengan tema dan filter monokrom. Terinspirasi dari beberapa penggiat Instagram lain di luar negeri yang bertema serupa, Dea kemudian mengunggah juga kesehariannya yang memang didominasi dengan warna hitam dan putih, seperti fashion items yang dimilikinya.

Kebanyakan hasil foto yang bagus biasanya dihasilkan dari kamera yang cukup apik pula, tetapi tidak dengan Dea, dirinya bahkan hanya menggunakan kamera built in yang sudah terdapat di ponselnya. Berbeda halnya dengan Aghnia, dirinya memang menggunakan kamera fujifilm XA-1 sebagai andalannya memotret outfit of the day yang seringkali diunggah di akun Instagramnya.

Keduanya memiliki aplikasi andalan untuk mengedit foto yang dihasilkan sebelum diunggah, Dea memilih afterlight sebagai favoritnya, sedangkan Aghnia memilih VSCO, rhonna dan mextures. Tidak perlu waktu lama bagi keduanya untuk menghasilkan foto maksimal dan membuat Anda melakukan double tap ketika melihatnya, cukup waktu lima menit saja!

Menjadi must have items sudah biasa bagi kedua warna yang sedang mendominasi panggung fesyen dunia ini, mulai dari street style hingga high-end fashion memiliki tempat tersendiri untuk mengikuti tren yang satu ini. Tema bear monokrom memang terbilang cukup mudah untuk di-blend dengan tren lain, dipadankan dengan retro classic atau bahkan edgy chic semua bisa menyatu dengan apik. Graphic statement dengan warna dasar hitam putih pun menjadi desain yang terbilang cukup laris di pasaran, begitu pula dengan shout-out tees yang menjadi daily wear andalan para street stylers.

Di Indonesia, desainer lokal pun seolah berlomba menghasilkan padu padan hitam dan putih yang paling diminati. Nama-nama seperti Restu Anggraini dan Rani Hatta tak habis terbilang unggul di bidangnya. Sepertinya masyarakat Indonesia sendiri belum bosan dengan tren yang ditawarkan, lalu kira-kira apa selanjutnya?