Universal Denim : When Denim Did Create The Industry?

Brand Calvin Klein mulai bergerilya dengan membuat berbagai iklan yang begitu menarik dengan menawarkan denim kepada target marketnya saat itu. Desain dengan potongan flare dan bell bottom menjadi unggulan mereka. Selain itu, sekitar tahun ’70-an, denim dengan bordiran dan lukisan tangan juga sangat laku di pasaran. Pada tahun ’80-an parade denim fashion meledak dan menjadi sebuah konsumsi yang besar oleh para pelaku fashion, karena telah semakin dipopulerkan oleh artis kenamaan Brooke Shields yang terpilih sebagai wajah dari brand Calvin Klein.

Deretan bintang yang berlalu lalang di stasiun televisi musik MTV pun ikut andil sebagai pelopor kejayaan denim. Dikenal sebagai The Denim Era, tahun 1980 diramaikan dengan denim rancangan Gucci yang melansir koleksi dan sangat diminati oleh para A-lister. Pada tahun tersebut, orang tidak hanya terpaku pada potongan bell bottom, namun juga mulai tertarik dengan potongan baru seperti skinny jeans dan acid wash. Acid wash yang sangat digemari pada masa itu adalah salah satu terobosan denim dengan warna yang terlihat seperti agak luntur dan dengan paduan warnanya seperti warna batu apung yang dirancang sedemikian rupa hingga mencapai titik elegansi yang paling diminati.

Sayangnya pada 1990, industri ini harus mengalami masa vakum dan berhenti sejenak untuk melakukan produksi besar-besaran, karena orang-orang mulai teralihkan dengan denim second hand yang dapat dibeli di pasar tradisional. Beberapa perancang mulai harus memutar otak bagaimana caranya mencuri perhatian lagi seiring dengan mulai ditinggalkannya trend grunge pada masa itu, salah satu desainer yang berhasil adalah Dior. Dior berhasil melakukan inovasi yang membawa perubahan besar dan membawa kembali masa kejayaan denim pada tahun 2000 hingga sekarang. [Words Annisa Nugraha | Image Istimewa]