Universal Denim : Why Designers Love Denim?

Pada awalnya, denim hanya memiliki satu warna ya itu yang dikenal dengan nama biru indigo. Karena pada saat itu, hanya warna tersebutlah satu-satunya jenis pewarna alami yang terbaik. Selain itu, keunggulan lainnya dari warna biru indigo adalah tidak begitu terlihat kotor jika terkena noda. Berbagai noda debu atau lainnya tidak mengurangi penampilan apik dari warna tersebut. Bahkan sebagian orang justru semakin senang memakainya jika terlihat semakin pudar, karena akan menimbulkan kesan lain. Tidak jarang beberapa pemakai denim lebih suka menunda untuk mencuci jeans mereka setelah beberapa kali dipakai.

Perjalanan fashion sebuah denim rupanya juga mengubah pandangan orang yang awalnya melihat denim sebagai busana yang hanya dipakai oleh para pekerja. Denim menjadi semakin berkembang dan terus meluas hingga terlihat sebagai ‘seragam’ yang sangat universal. Padu padan yang dilakukan oleh para pelaku fashion menjadikan denim bertransformasi dari tahun ke tahun, hingga membuat desainer merancang sedemikian rupa dan menjadikan denim sebagai bahan dan kebutuhan dasar dalam dunia fashion.

Hingga saat ini, desainer dan brand fashion dunia masih terus berinovasi dengan denim dan menghasilkan sebuah karya fashion yang digilai, beberapa nama diantaranya adalah Karl Lagerfeld, Guess, Nudie, Calvin Klein, dan Levi’s. Untuk produk dalam negeri sendiri, anak bangsa yang memulai kariernya dan memfokuskan pada denim adalah Peter Says Denim, Pot Meets Pop, Aye! Denim, dan Easton. [Words Annisa Nugraha | Image Istimewa]