Universal Denim : What If, Jacob Davis Never Met Levi Strauss?

Banyak yang salah mengira bahwa teknik menjahit kancing berbahan metal dan digabungkan dengan kain pertama kali ditemukan oleh Levi Strauss. Namun, siapa sangka bahwa nenek moyang dari teknik tersebut adalah orang yang sebelumnya tidak pernah dikenal sama sekali. Hal ini dikarenakan ia tak punya cukup uang untuk mematenkan hak tersebut. Jacob Davis, penjahit yang berasal dari Nevada ini menghubungi Levi Strauss yang namanya sudah cukup besar di California, karena penjualan bajunya untuk para pekerja tambang kala itu. Merekapun menjadi rekanan bisnis yang apik dalam membangun usaha tersebut hingga semakin besar dan dikenal banyak orang di berbagai penjuru Negara.

Hari lahir untuk sebuah denim ditandai dengan keluarnya surat paten yang diusahakan oleh Levi Strauss kala itu. Kurang lebih sudah 141 tahun denim berjaya di panggung fashion. Bukan hanya untuk kalangan pekerja tambang dan buruh yang dibayar dengan upah murah, namun denim kini menjadi icon fashion yang tidak dibangun dari keangkuhan pembuatnya sendiri. Semua kalangan dapat memakainya dengan model dan potongan yang tidak jauh berbeda, namun dapat tetap terlihat adanya kesenjangan. Denim menjadi sebuah bagian dari sejarah fashion yang tidak akan lekang dimakan jaman.

Siapa sangka bahwa jauh sebelum adanya cerita soal Levi Strauss dan teknik menjahitnya, pada 1.500 bahan kain yang sama pula telah popular di Prancis dengan nama yang lain, yaitu Serge. Serge de Nimes adalah cikal bakal nama denim itu sendiri, yang mulai disingkat oleh banyak orang dan menjadi nama yang kita kenal seperti sekarang, denim. [Words Annisa Nugraha | Images Istimewa]