Trends That Never Goes Wrong : Floral Painting

Segala yang terinspirasi dari alam, tidak jauh beda dengan animal print, memang biasanya akan bertahan lebih lama dibanding dengan yang diciptakan desainer setiap musimnya. Inspirasi paling besar dengan floral painting memang digawangi pada tahun 794-an yang ditumpahkan dalam kain Jepang yang akhirnya dikenal dengan nama kimono. Pada tahun 1400, kimono menjadi baju kebangaan orang kaya di Jepang. Gambarannya yang sederhana tidak menjadikan floral hanya dicintai satu kalangan, hampir semua kalangan menyukai florals painting karena dianggap sebagai simbol kecantikan perempuan yang abadi.

Ragam warna dan bentuknya yang tidak pernah habis dimakan zaman menjadikan florals selalu memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat fashion. Selera perempuan yang bermacam-macam rupanya membuat permintaan pasar terhadap ketersediaan motif florals selalu bergulir dari masa ke masa. Bahkan pada masanya di tahun 60’an, Jean Shrimpton dianggap sebagai ‘it girl’ yang paling mempopulerkan florals painting karena kecintaannya pada motif ini menular pada kaum perempuan yang menjadikan dirinya sebagai role model.

Setiap musimnya, motif bunga bisa jadi ragam bentuk yang ditumpahkan dalam segala jenis bahan pakaian. Spring/Summer dengan florals painting biasanya terlihat dari dress berwarna cerah dengan bahan sutra dan sejenisnya hingga menjadi satu item yang klasik namun casual. Sedangkan saat fall/winter, dominasi motif bunga biasanya dituangkan bentuk jacket, maxi dress dan maxi skirt. Pilihan warnya cenderung lebih hangat seperti gradasi warna senja. Pilihan lain yang bisa menjadi inspirasi florals dalam berbagai musim juga terdapat dalam vintage cardigan atau headscarves. [Words Annisa Nugraha | Image Istimewa]