fashion / feature

Monochrome Moment

Menetap di area “abu-abu” kini sudah bukan zamannya, nyatanya pelaku fesyen—atau setidaknya penggiat media sosial yang sering mengunggah tampilan kesehariannya mulai memilah warna yang akan ditonjolkan. Dan pilihanpun jatuh pada hitam dan putih. Mendominasi sejak dua tahun lalu saat kemunculannya mulai digemari, ternyata tetap bertahan hingga kini.

Beberapa orang yang Anda “ikuti” di sosial media, Instagram, misalnya, mungkin sering kali mengunggah tampilannya dengan dominasi warna hitam dan putih, atau kombinasi keduanya yang dikenal sebagai monokrom.

Read More

Say Yes to Leather

Beragam produk berbahan kulit memang tak lekang oleh waktu. Banyak brand ternama menggunakan material ini untuk pakaian, tas, dompet, ataupun sepatu. Seperti yang kita tahu, material kulit yang biasa dipakai biasanya adalah kulit sapi, domba, ular, atapun buaya. Semakin langka kulit tersebut semakin selangitlah harga produk tersebut. Namun sebelum bicara lebih panjang mengenai produk fashion berbahan kulit, mari kita kenali terlebih dahulu jenis-jenis kulit. Bahan dasar kulit biasanya dibedakan menjadi dua. Jenis hide yaitu kulit yang dihasilkan dari binatang ternak besar seperti sapi, kuda, kerbau. Sementara satu lagi jenis skin, biasanya dihasilkan dari domba, dan reptil. Dari kedua jenis kulit tersebut, jenis skin biasanya jauh lebih mahal. Terutama kulit domba. Karena sifatnya yang lembut, empuk dan luxurious. Belum lagi jenis kulit reptil buaya langka yang diternakan khusus oleh perusahaan tas terkenal Hermes sehingga harganya bisa mencapai milyaran. Material kulit ini masih menjadi material primadona bagi brand fashion baik dunia ataupun lokal. Tidak banyak yang tahu, sebelum tren lady biker style digemari, dulu pertama kali jaket kulit digunakan oleh penerbang saat perang dunia kedua. Hal ini untuk melindungi tubuh penerbang dari suhu ekstrim.

Read More

Universal Denim : Why Denim Become The Fashion Statement?

Kini denim sudah termasuk icon fashion yang timeless dan tidak akan mati dimakan jaman, terutama ketika mulai maraknya brand indie yang mempopulerkan banyak sekali jenis cutting untuk denim jeans. Tidak hanya berbentuk celana panjang, banyak juga denim jeans dengan potongan pendek, dress, over-all, kemeja, rok , blazer, dan bahkan aksesoris lain dengan bahan dasar denim.

Read More

Universal Denim : When Denim Did Create The Industry?

Brand Calvin Klein mulai bergerilya dengan membuat berbagai iklan yang begitu menarik dengan menawarkan denim kepada target marketnya saat itu. Desain dengan potongan flare dan bell bottom menjadi unggulan mereka. Selain itu, sekitar tahun ’70-an, denim dengan bordiran dan lukisan tangan juga sangat laku di pasaran. Pada tahun ’80-an parade denim fashion meledak dan menjadi sebuah konsumsi yang besar oleh para pelaku fashion, karena telah semakin dipopulerkan oleh artis kenamaan Brooke Shields yang terpilih sebagai wajah dari brand Calvin Klein.

Read More

Universal Denim : Why Designers Love Denim?

Pada awalnya, denim hanya memiliki satu warna ya itu yang dikenal dengan nama biru indigo. Karena pada saat itu, hanya warna tersebutlah satu-satunya jenis pewarna alami yang terbaik. Selain itu, keunggulan lainnya dari warna biru indigo adalah tidak begitu terlihat kotor jika terkena noda. Berbagai noda debu atau lainnya tidak mengurangi penampilan apik dari warna tersebut. Bahkan sebagian orang justru semakin senang memakainya jika terlihat semakin pudar, karena akan menimbulkan kesan lain. Tidak jarang beberapa pemakai denim lebih suka menunda untuk mencuci jeans mereka setelah beberapa kali dipakai.

Read More

Universal Denim : What If, Jacob Davis Never Met Levi Strauss?

Banyak yang salah mengira bahwa teknik menjahit kancing berbahan metal dan digabungkan dengan kain pertama kali ditemukan oleh Levi Strauss. Namun, siapa sangka bahwa nenek moyang dari teknik tersebut adalah orang yang sebelumnya tidak pernah dikenal sama sekali. Hal ini dikarenakan ia tak punya cukup uang untuk mematenkan hak tersebut. Jacob Davis, penjahit yang berasal dari Nevada ini menghubungi Levi Strauss yang namanya sudah cukup besar di California, karena penjualan bajunya untuk para pekerja tambang kala itu. Merekapun menjadi rekanan bisnis yang apik dalam membangun usaha tersebut hingga semakin besar dan dikenal banyak orang di berbagai penjuru Negara.

Read More

Trends That Never Goes Wrong : Floral Painting

Segala yang terinspirasi dari alam, tidak jauh beda dengan animal print, memang biasanya akan bertahan lebih lama dibanding dengan yang diciptakan desainer setiap musimnya. Inspirasi paling besar dengan floral painting memang digawangi pada tahun 794-an yang ditumpahkan dalam kain Jepang yang akhirnya dikenal dengan nama kimono. Pada tahun 1400, kimono menjadi baju kebangaan orang kaya di Jepang. Gambarannya yang sederhana tidak menjadikan floral hanya dicintai satu kalangan, hampir semua kalangan menyukai florals painting karena dianggap sebagai simbol kecantikan perempuan yang abadi.

Read More

Trends That Never Goes Wrong : Animal Print

Pada abad ke 18, bangsa Asia dan Afrika mulai terkena ‘demam’ dari Eropa yang mulai mewabah. ‘wabah’ yang tularkan berkenaan dengan kiblat fashion yang mereka ajarkan, bangsa Eropa menularkan kegemaran mereka dalam berburu kulit binatang. Pada jamannya, fabric dengan pattern animal print ini umumnya digunakan oleh kalangan kelas atas, atas dasar keterbatasan dan kelangkaan material juga perjuangan yang dibutuhkan untuk mendapatkan bahan yang sangat bagus, tentunya hal ini membuat animal print sulit dijangkau oleh kelas menengah ke bawah.

Read More